Cerita ini tentang hati yang selalu berusaha seimbang dengan fikiran. Belakangan ini gatau kenapa suka banget gak sinkron antara hati dan fikiran, entah salahnya dimana? Tapi yang aku bingung kenapa kadang-kadang aku merasa ingin menyerah dengan ini tetapi disisi lain aku membutuhkannya ?
Tulisan ini untuk kekasihku. Maaf ya aku kadang merasa ingin sekali kamu perhatikan. Kadang aku harus melawan apa yang aku fikirkan, mungkin karena kejadian itu dan aku juga gatau kenapa berdampak seperti ini. Aku juga gatau kenapa harus terus memantau aktivitasmu padahal aku sendiri pun mempunyai aktifitas untuk diriku sendiri. Kamu itu sosok orang yang selalu bisa buat aku bahagia, sosok orang yang saat ini selalu membuat aku senang ketika kamu memberi kabar dan perhatian. Aku dapat kok perhatian dari mama papa aku dan juga teman-temanku. Tapi entah kalau itu dari kamu aku selalu semangat. Kadang aku merasa kau telah mengalahkanku. Iya, kamu memang menang dalam hal ini. Kamu bisa tanpa adanya aku sedangkan aku tidak :) aku merasa kalah ketika kamu benar-benar tidak ada di hariku. tidak tahu kenapa banyak juga kok teman yang lain yang datang menghiburku, tapi lagi-lagi hanya kamu yang aku nantikan. Sudah seberapa kali aku selalu ingin menyerah denganmu, tapi hati ini tak bisa memutuskannya begitu saja. Aku ingin menganggap kamu orang lain, berusah cuek bahkan berusaha tidak peduli dengan aktivitasmu. Dan ya lagi-lagi aku kalah dengan magnetmu, entah fikiranku selalu berontak dengan hatiku. ya, aku kadang kalap dan air mata terjatuh begitu saja ketika keduanya tidak sejalan. Aku baru kali ini seperti ini, entah menjadi beban baru menjadi seorang protective. Kamu bisa membuat aku menambah rasa yang aku punya pada saat ini, rasa dimana aku sering membutuhkan sosokmu, kadang kamu mengalihkan fikiranku. Dan aku selalu belajar untuk bersabar menunggu, meski aku sangat amat membenci hal itu. Aku pun bingung apa yang merasuki fikiranku. Kamu menang disini, aku tak bisa ikuti fikiranku, dan aku terus berjalan dengan perasaan hatiku saat ini. Entah kamu akan terus bisa sabar menghadapi aku yang kadang meledak setiap saat untuk mendapatkan kabarmu, entah seberapa tahan kamu dengan sosok wanita yang sebagian teman bilang "cewek aneh" dan entah seberapa sabar kamu yang bisa menghadapi aku yang menjadi bersikap anak-anak karena menuntutmu untuk mengabariku. Ya, kamu menang, dan aku kalah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar