Ingin aku coba untuk belajar mencintai lagi, tapi mengapa ketakutanku dan ketidak siapan diriku masih menghantui?
Disaat aku mulai belajar mencintai satu pria dan belajar fokus terhadap pria tersebut, tetapi aku pun salah orang untuk memulai membuka kunci hati ini.
Sudah ada celah untuknya, tetapi ternyata semua salah paham yang aku rasa, aku kira sedikit harapan dia bisa mencintai diriku karna dia telah tidak peduli terhadap dia yang pernah mengisi hari-harinya.
Dan hari itu pun tiba, dimana ia mendapatkan kabar gembira, dimana ia telah bisa berkomunikasi dengan dia yang telah mengacuhkannya dahulu, aku sangat membaca bagaimana ekspresi bahagia di wajahnya, dari situ aku tahu, ternyata rasa yang kupunya tidaklah benar dan tepat. Setiap sedikit BUZZ dan obrolan kecil via salah satu chatroom dan sms aku merasa bahagia :)
Now, aku belajar untuk mencintai laki-lain, pada dasarnya saat ini aku tidaklah mempunyai seseorang yang sedang kukagumi, entahlah mungkin tidaklah sekarang.
Di tengah kesendirianku, aku melihat sahabat terbaikku hari ini sedang berbahagia, akhirnya ia menemukan seseorang yang bisa selalu membuatnya tersenyum, bahkan ia telah memiliknya tepat di hari ini, sungguh, aku mendengarnya turut bahagia dan 'iri' -_- dia akhirnya bisa merubah keadaan abu-abu menjadi kondisi yang putih, tidaklah seperti ku yang menghitamkan keadaan hatiku terhadap kisah cintaku kepada laki-laki itu.
Tapi dengan melihat sahabatku tersenyum, itu sangat-sangat membuatku bahagia, karena bahagianya adalah bahagiaku juga :)
Kapan ya aku bisa menyusulnya? Menemukan sandaran hati yang ada di saat aku membutuhkan bahunya, melihat senyumnya yang menghangatkan jiwaku disaatku kalut, share tentang kelih kesahku, walau aku punya sahabat, tetapi 'dia' adalah tempat sandaran jiwa, tempat aku bisa membagi hati, dan tempat semangatku. Dimanakah kamu sekarang ? Mungkin tidaklah sekarang aku bisa memlikinya kelak di suatu hari nanti :')
I'll find someone better for me next time :) aamiin o:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar